Tanggung Jawab sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan dilihat dari Perspektif Pandangan Hidup
Manusia adalah makhluk ciptaan ALLAH SWT yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk berfikir secara logis dan dinamis, dan bisa membatasi diri dengan perbuatan mana yang baik (posistif) atau buruk (negatif).
Selain itu, dapat diartikan manusia secara umum adalah manusia sebagai makhluk pribadi dan makhluk sosial, karena manusia memelukan bantuan dari orang lain.
Tanggung jawab terhadap diri sendiri menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Pembiasaan diri terhadap tanggung jawab akan membuat seseorang mampu untuk memecahkan masalah-masalah kemanusiaan, baik mengenai dirinya sendiri maupun orang lain.
Saya sebagai makhluk ciptaan Allah SWT, memiliki tanggung jawab terhadap-Nya. Allah SWT sebagai pencipta dan saya sebagai makhluk ciptaan-Nya, maka saya mempunyai keharusan untuk taat dan patuh kepada-Nya dengan menjalakan perintah-Nya dan larangan-Nya.
Tidak hanya itu saja, saya juga mengabdikan diri kepada Allah SWT dengan beriman dan melakukan amal sholeh mengikuti syariat agama serta mensyukuri nikmat-Nya yang diberikan kepada saya. Sebagai umat muslim, sholat 5 waktu adalah rukun islam kedua yang wajib dilakukan oleh semua umat muslim. Oleh karena itu, saya juga diwajibkan untuk beribadah kepada Allah SWT.
Selain tanggung jawab mengabdikan diri kepada Allah SWT, mensyukuri nikmat yang diberikan, melakukan ibadah, melaksanakan perintah-Nya dan larangan-Nya. Saya juga diperintahkan untuk menuntut ilmu dan menggunakannya untuk kebajikan (kemaslahatan) sebagai bekal kehidupan di dunia dan di akhirat.
Karena menuntut ilmu adalah wajib bagi umat muslim, seperti hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abdil Barr “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap mulim laki-laki maupun muslim perempuan.” Oleh karena itu, saya diwajibkan untuk menuntut ilmu serta mempunyai tanggung jawab untuk menuntut ilmu.
Salah satu contoh tanggung jawab terhadap diri saya sendiri adalah tanggung jawab menuntut ilmu sebagai mahasiswa. Sebagai mahasiswa saya diwajibkan untuk dapat disiplin dan berperilaku dewasa, karena bukan lagi sebagai pelajar yang harus terlebih dahulu disuapkan oleh guru. Saya juga harus belajar untuk mengembangkan pribadi saya sendiri serta mandiri agar menjadi pribadi yang lebih baik di masa depan dan kelak saya tidak tinggal bersama orang tua lagi sehingga saya harus mengatur diri sendiri.
Tidak hanya itu saja, saya juga harus mampu mengatur waktu. Karena jadwal perkuliahan yang tidak menentu, saya harus tahu kapan waktunya kuliah, makan bahkan istirahat. Dengan banyaknya SKS (Satuan Kredit Semester) yang harus diselesaikan, saya sebagai mahasiswa juga harus pintar mengatur waktu dengan baik agar tugas-tugas yang diberikan dosen mampu saya kerjakan tepat waktu.
Belajar merupakan tanggung jawab yang dimiliki anak yang sedang menuntut ilmu, dari pelajar Sekolah Dasar sampai Perguruan Tinggi. Saya sebagai mahasiswa pun juga harus belajar, agar bisa mengikuti pelajaran dan lulus tepat waktu dengan IP yang tinggi, dikarenakan harga kuliah yang mahal.
Sepadat apapun jadwal kuliah, saya sebagai mahasiswa yang baik haruslah menyempatkan waktu untuk bergaul karena sosialisasi merupakan kebutuhan yang cukup krusial. Saya berfikir, bahwa pada dunia kerja, saya akan bekerja sama dengan orang lain. Oleh karena itu, sosialisasi peranannya sangat besar.
Saya sebagai mahasiswa sudah mempunyai pandangan hidup untuk masa depan, yakni saya ingin bekerja sebagai CEO (Chief Executive Officer) di perusahaan, saya ingin menjadi pemimpin yang memimpin jajaran direksi suatu perusahaan. Agar perusahaan yang saya pimpin, bisa menjadi perusahan yang sukses dan terkenal di mata perusahan – perusahaan lain. Tidak hanya itu saja, saya juga ingin menjadi Menteri Ekonomi agar bisa membantu Presiden dalam menyinkronkan dan mengkoordinasikan perencanaan, penyusunan, dan pelaksanaan kebijakan di bidang perekonomian.
Saya juga ingin mempunyai restoran sendiri yang memiliki banyak cabang serta mempunyai rumah sakit, agar orang-orang yang tidak memiliki uang, bisa berobat di rumah sakit yang saya dirikan secara gratis. Karena membahagiakan orang merupakan pahala. Saya ingin membahagiakan dan membanggakan orang-orang disekitar saya, khusunya orangtua saya yang selalu mendukung dan mendoakan saya.
Komentar
Posting Komentar